Talkshow Coffee Millenial: Peluang Besar Bisnis Kopi Meski Pandemi

SaveSavedRemoved 0

Agenda SRIWIJAYA COFFEE AND CULINARY FESTIVAL 2021 hari ini adalah Talkshow Coffee Millenial. Terdapat empat narasumber yang didatangkan agar dapat memantik motivasi para millenial di Kota Palembang untuk berani membuka bisnis.

Peluang besar bisnis kopi menjadi bahasan utama kali ini. Panitia menghadirkan Agoeng Perdana (Portal Warkop), Dedy Sutendy (Kopi Loka Sumsel), Iyan Muhazan (History Coffee) , Raymond Ali (Luthier Coffe & Currators Coffee Company), Sabtu (29/06).

Acara ini diadakan secara tatap muka di Pulau Cempako, Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya, Gandus Palembang dengan tetap menerapkan protokol kesehatan untuk menghindari penyebaran virus covid-19.

Provinsi Sumsel merupakan salah satu penghasil kopi terbesar di Indonesia, dengan kekayaan kopi itu tak heran bila peluang besar bisnis kopi itu nyata dan layak untuk digeluti.

Meski Pandemi trend ngopi di kalangan milenial tak juga surut, ini juga salah satu faktor bisnis kopi menjadi salah satu bisnis yang memiliki prospek kedepanya, baik pria mapun wanita kini hobi ngopi. Berbagai cara menikmatinya, mengolah sendiri atau menyesapnya di coffee shop pilihan bareng teman, pasangan, maupun keluarga.

istimewa

Melihat hal ini Agoeng Perdana memberanikan diri untuk membuka usaha kopi dengan membawa misi mengenalkan kekayaan kopi Sumsel.

“Awalnya hobi nongkrong dan ngopi di coffee shop, lama-lama punya keinginan untuk membuka usaha sendiri sekaligus mengenalkan kopi khas Sumsel kepada masyarakat,” ujar Agoeng.

Tidak bisa dipungkiri untuk membuka sebuah bisnis tentu membutuhkan tekad dan mental yang kuat, bukan hanya itu, kita harus passion didalamnya.

“Jika kita passion dalam berbisnis, tantangan sesulit apapun pasti mampu melewatinya, demi menjalani usaha kopi ini saya berani pensiun dini dari PNS, karena saya ingin fokus dan tidak ingin ada tekanan dari pihak manapun, saya mengikuti naluri saya, alhamdulillah kini Kopi Loka sudah buka cabang itu semua karena mental dan naluri bisnis yang saya miliki,” Dedy.

Iyan Muhazan Duta Kopi Indonesia 2019, mengawali karirnya bahkan dari seorang tukang cuci piring. “Berawal dari melihat barista yang bekerja di restoran, saya bermimpi ingin menjadi barista, lihatnya keren. Saya mulai belajar barista dan alhamdulillah nasib saya dipilih menjadi Duta Kopi Indonesia 2019,” Iyan.

Pada awal membuka kedai kopi di tahun 2014 para narasumber mengaku sulit mengenalkan specialty kopi di Kota Palembang, karena basic orang palembang kala itu hanya mengenal kopi hitam yang dicampur gula.

“Jadi PR penting bagi kami mengenalkan specialty coffee kepada konsumen, selain berjualan kami juga berusaha mengedukasi para konsumen tentang manfaat kopi, jenis sajian kopi, dan varian kopi,” Iyan.

Lain hal dengan Raymond, ia awalnya tidak suka kopi karena tau kopi itu pahit, saat itu temanya mengenalkan kopi yang diolah pakai mesin, dan ketika itu ia langsung suka karena rasanya berbeda dari kopi yang biasa ia minum.

“Saat saya tinggal di Australia, disana ada kebiasaan minum kopi, saya pun melihat peluang ini bagus bila dibawa Indonesia khususnya ke Palembang,” Raymond.

Semua narasumber mengakui kondisi pandemi ini tengah berada posisi bertahan, mereka komitmen, mental dan passion mereka pada usahalah yang dapat membuat mereka bertahan bahkan beberapa sanggup membuka cabang yang baru.

“Untuk dapat survive kita harus bisa beradaptasi. Selain itu, kita tidak hanya memikirkan keberlangsungan usaha kita saja, tapi kita juga memikirkan nasib orang-orang yang bersama kita, alhadulillah sampai saat ini belum ada pengurangan karyawan,” pungkas Raymond.

 

Talkshow Coffee Millenial: Peluang Besar Bisnis Kopi Meski Pandemi
Talkshow Coffee Millenial: Peluang Besar Bisnis Kopi Meski Pandemi
We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

Coffeetimes.id
Register New Account
Name (wajib)
Reset Password
Compare items
  • Total (0)
Compare
0