Siasat Bupati Bengkulu Tengah Bangkitkan Kembali Usaha Perkopian

0

Pandemi Covid-19 berdampak luas di hampir semua sektor ekonomi, termasuk usaha perkopian dari hulu hingga hilir, mulai dari petani kopi di pedesaan, pelaku UMKM, kedai kopi, hingga sektor pendukungnya.

Pandemi Covid-19 yang menyebabkan permintaan kopi merosot juga dialami pelaku usaha kopi di Kabupaten Bengkulu Tengah, salah satu sentra perkebunan kopi rakyat di Provinsi Bengkulu.

Menyikapi kondisi ini, Bupati Bengkulu Tengah Ferry Ramli memiliki siasat sendiri. Bertajuk Ngopi Bareng Bupati, dia mengumpulkan para petani, UMKM dan pengusaha kopi sektor hilir di Pekik Nyaring, salah satu lokasi wisata di Bengkulu Tengah, Sabtu (8/8).

“Kita jangan menyerah, semua harus bersinergi, kondisi ini harus kita hadapi bersama, yakinlah dengan usaha keras, kita akan tetap bertahan dan maju bersama,” kata Ferry memberikan motivasi kepada para pelaku usaha kopi di daerahnya.

Bengkulu Tengah dengan kondisi alam yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia, sebagian wilayah berada di punggung jajaran Bukit Barisan. Wilayah ini memiliki potensi ratusan hektare kebun kopi milik rakyat dan sangat terbuka untuk dikembangkan menjadi wilayah penghasil kopi berskala besar.

Kopi Kerinci: Kopi Specialty Rempah Terbaik di Indonesia

Bagi Anda yang hobi mendaki gunung atau berwisata alam, Gunung Kerinci yang berada di Kabupaten Kerinci, Jambi ...

Kebun kopi rakyat tersebut berada di ketinggian tidak lebih dari 600 meter dari permukaan laut, artinya kopi yang dihasilkan hanya sejenis, yaitu robusta. Di wilayah ini juga sudah masuk investor yang membangun gudang penampungan kopi berskala besar.

Tidak hanya dari Bengkulu Tengah, gudang kopi tersebut juga menerima pasokan biji kopi rakyat dari Kabupaten Kepahiang, Seluma, Bengkulu Utara, Rejang Lebong dan sebagian dipasok dari wilayah Sumatera Selatan.

Sementara itu, Manager Project PT Bencoolen Coffee Heri Supandi mengungkapkan, untuk mendukung rencana bupati membangkitkan usaha perkopian di Bengkulu Tengah, pihaknya
merancang program Satu Kedai Satu Desa.

Artinya, di setiap desa bakal ada satu kedai kopi percontohan untuk mengolah dan menjadi ujung tombak pemasaran kopi terdekat. “Kita sipakan pelatihan bagi petani dan akan support untuk pemasarannya,” kata Heri. (dyo)

GET THE BEST APPS IN YOUR INBOX

Don't worry we don't spam

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

Coffeetimes.id
Reset Password
Compare items
  • Total (0)
Compare
0