Tahu Nggak, Ada 3 Jenis Kopi Paling Populer di Dunia!

Kopi bagi orang awam mungkin sama saja, tapi ternyata kopi itu punya banyak ragamnya loh. Ada 3 jenis kopi paling populer di dunia yang patut diketahui terutama para pecinta kopi!

Memang ada lebih dari 100 spesies atau jenis kopi yang dikenal di dunia. Tetapi kebanyakan rasanya tidak enak atau mempunyai hasil panen yang kecil.

Sekalipun banyak, ada tiga jenis kopi yang jadi komoditas terpopuler di dunia yaitu Arabika (Coffea arabica), Robusta (Coffea canephora var. robusta) dan Liberika (Coffea liberica).

Berikut ulasan jenis kopi paling populer di dunia!

Arabika

Kopi jenis yang pertama adalah coffea arabica atau biasa dikenal dengan arabika ini merupakan kopi pertama yang ditemukan di Ethiopia dan oleh bangsa Arab disebarkan ke penjuru dunia.

Nama arabika sendiri digunakan karena peran bangsa Arab dalam menyebarkan biji kopi tersebut. Kopi jenis ini pun yang dibawa ke Indonesia oleh Belanda pertama kali.

Baca Juga: Kopi Arabika Ijen, Paduan Asam Jawa dan Pedas!

Tanaman arabika mampu tumbuh dengan baik di ketinggian 1.000-2.000 meter dari permukaan laut. Jika ditanam pada dataran yang lebih rendah, kopi ini sebenarnya masih bisa tumbuh, tapi tidak akan optimal dan sangat mudah untuk terserang hama.

Biji arabika sendiri punya kandungan kafein yang rendah, jadi rasa serta aromanya lebih menonjol. Ciri khas dari arabika adalah rasanya yang asam dan warna seduhannya yang tak terlalu kental.

Jenis kopi ini juga jadi yang paling diminati karena dapat menghasilkan sejumlah varietas dengan aroma yang unik serta berbeda-beda.

Bahkan, pada tanaman arabika yang sama mampu menghasilkan varietas kopi baru jika ditanam pada daerah yang berbeda. Di Indonesia sendiri, kalian akan menemukan dan menikmati beragam varietas arabika, mulai dari Aceh sampai Papua.

Akibat jenis dan rasanya yang beragam, arabika ini lebih banyak diminati dibanding kopi robusta. Memang dari segi harga, arabika lebih mahal karena perawatan tanamannya yang lebih sulit dibanding robusta. Sekitar 70 persen dari produksi kopi di dunia merupakan jenis arabika.

Robusta

Untuk selanjutnya tanaman kopi jenis robusta dengan nama latin coffea canephora var. robusta yang dipercaya pertama kali ditemukan di Kongo.

Jenis ini sebenarnya adalah subspesies atau varietas dari coffea canephora. Setidaknya ada dua varietas utama coffea canephora, yaitu robusta dan nganda.

Tapi di antara keduanya, robusta yang lebih populer jadi namanya sering digunakan untuk menyebut canephora.

Baca Juga: Panen Tiap Bulan Purnama, Uniknya Kopi Robusta Karawang!

Nama robusta sendiri diambil dari kata robust yang artinya kuat. Tapi sekalipun tanaman ini lebih kuat dan tahan dengan gangguan hama dibanding arabika, kualitas buahnya lebih rendah.

Indonesia jadi penghasil kopi robusta terbesar setelah Vietnam dan Brazil dalam perdagangan global. Ada lebih dari 80 persen perkebunan di Indonesia merupakan tanaman robusta.

Konon, robusta didatangkan oleh Belanda ke Indonesia untuk menggantikan produksi arabika karena perawatannya yang lebih mudah.

Itu sebabnya robusta lebih banyak ditemui di Indonesia dibanding arabika. Kopi robusta pernah mengantarkan Indonesia jadi ladang pengekspor kopi terbesar di dunia.

Tanaman kopi robusta bisa tumbuh pada ketinggian 0-900 atau idealnya 400-800 meter dari permukaan laut dengan suhu rata-rata dibutuhkan sekitar 24-30 derajat celsius dengan curah hujan 1.500-3.000 mm per tahun.

Robusta punya rasa yang kuat, kasar dan cenderung lebih pahit dibanding arabika. Itu sebabnya cocok digunakan pada minuman kopi dengan campuran susu seperti latte, cappuccino, mochacino dan olahan kopi susu lainnya.

Selain itu, robusta banyak digunakan sebagai bahan baku kopi instan. Biji kopi robusta harganya lebih murah dari arabika, karena perawatannya yang mudah dan sangat tahan dari beragam penyakit tumbuhan. Sekitar 28 persen dari produksi kopi di dunia adalah robusta.

Liberika

Kopi yang terakhir adalah coffea liberica atau kopi liberika. Pertama ditemukan di negara Liberia. Banyak orang mengira tanaman ini dari daerah tersebut, padahal liberika ditemukan juga tumbuh liar di daerah Afrika lainnya.

Pohon liberika mencapai tinggi 18 meter dan ukuran buahnya lebih besar dibanding arabika dan robusta. Biarpun besar, bobot buah keringnya hanya 10 persen dari bobot basahnya.

Baca Juga: Beraroma Nangka, Kopi Liberika Meranti Riau Diminati Pasar Kopi Malaysia

Penyusutan yang terjadi saat dipanen tentu kurang disukai oleh para petani. Ongkos panennya jadi lebih mahal. Hal itu yang membuat petani enggan mengembangkan liberika, jadi produksi dan persebarannya tak sebanyak arabika dan robusta.

Sekalipun masih dibudidayakan di beberapa daerah, tapi tingkat produksi liberika paling rendah dari jenis lainnya. Produksinya hanya sekitar 1-2 persen dari produksi kopi dunia.

Dari liberika ada varian kopi excelsa, yang pada mulanya dianggap sebagai satu spesies sendiri, yaitu excelsa. Tetapi, seorang botanis asal Prancis, Jean Paul Antoine Lebrun mengklasifikasikan excelsa sebagai salah satu dari varietas liberika.

Pada tahun 2006, excelsa pun diakui dan diresmikan dengan nama ilmiah coffea liberica var. dewerei, menjadi bagian dari liberika.

Sudah lebih tahu tentang beragam jenis kopi paling populer di dunia bukan? Jadi bagi kalian yang baru mengenal dunia kopi jadi semakin tahu deh!

GET THE BEST APPS IN YOUR INBOX

Don't worry we don't spam

We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

Coffeetimes.id
Reset Password
Compare items
  • Total (0)
Compare
0