Eastfood Indonesia Virtual Expo 2020: Coffee Talk SCAI

SaveSavedRemoved 0

Rangkaian acara Eastfood Indonesia Virtual Expo 2020 masih berlangsung, usai virtual cupping, SCAI mengadakan virtual coffee talk SCAI untuk melakukan review hasil cupping virtual lalu, Minggu, (13/12).

Setelah seluruh Q Grader dan peserta pada Jumat lalu mengikuti acara cupping virtual, kali ini bagian membahas atau mengevaluasi hasil dari cupping tersebut.

Dalam coffee talk SCAI tersebut hadir kembali Syafrudin, Ketua SCAI (Specialty Coffee Association of Indonesia) dan Tuti H. Mochtar, anggota Dewan Pembina SCAI sekaligus praktisi senior perkopian Indonesia.

Ada pula Q grader yang ikut memberi tanggapan serta penilaiannya terhadap sejumlah kopi sample yang Jumat lalu mereka cupping bersama.

Sekitar ada 21 sample arabika dan 3 sample robusta yang disebarkan kepada Q Grader dan peserta cupping yang disponsori oleh Rikolto Indonesia.

Semua sample tersebut tidak semua peserta menerima full, tapi hanya sebagian saja. Sejumlah tanggapan menarik tentang hasil cupping mereka.

Credit Image: Eastfood Indonesia Virtual Expo 2020

“Setelah coba sample kopinya, memang Indonesia itu punya potensi besar dan cukup bisa bersaing dengan kopi-kopi impor, tinggal bagaimana petani mengolah dan memperhatikan lagi prosesnya saja.” Ungkap Yessylin, Roastery Manager of Common Grounds Coffee Roaster

Banyak pula dari Q Grader yang menilai hampir semua sample terutama Arabika memiliki nilai keseluruhan cukup tinggi di atas 80 poin, tapi sayangnya untuk Robusta masih belum ada yang bisa mendapat nilai terbaik.

“Robusta itu lebih kompleks untuk menilainya, karena saya cukup masih banyak menemukan defect seperti masih adanya rasa earthy dari robusta, jadi jauh di bawah fine robusta.” Tutur Rico salah satu Q Grader SCAI

Dengan adanya review hasil cupping ini bisa membuat petani mengevaluasi produk kopi yang mereka hasilkan dan bisa mencari titik kelemahan untuk diperbaiki di produksi selanjutnya

“Cupping virtual semacam ini bisa buat evaluasi teman-teman petani kopi mitra Rikolto, jadi bisa meningkatkan kualitas dan konsistensinya lagi.” Kata Kiki Purbosari, Coffee and PES Programme Manager – Rikolto Indonesia

Memang perolehan nilai usai cupping bisa tinggi hingga 80 atau lebih bisa juga kecil antara 70 ke bawah, dan hal itu bisa disebabkan oleh banyak faktor, yaitu karena cuaca, proses pasca panen dan saat penyimpanan.

Selain itu ada 2 sample kopi arabika yang jadi favorit Syafrudin dan Tuti H. Mochtar, yaitu sample 7 dan 11. Untuk sample 7 adalah Memba dari Buntu Batu -Sul Sel, Full Wash/ dry hulling (markisa, milk choco, palm sugar, sweet and long aftertaste, round body)

Sementara untuk sample yang paling terfavorit dengan nilai yang diberikan Tuti sebesar 84 adalah Kerinci Anoerob Honey dari Batu Hampar, Honey/ dry hulling (pinapple, vanilla, milk choco, grapes, long clean sweet aftertaste).

Eastfood Indonesia Virtual Expo 2020: Coffee Talk SCAI
Eastfood Indonesia Virtual Expo 2020: Coffee Talk SCAI
We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

Coffeetimes.id
Register New Account
Name (wajib)
Reset Password
Compare items
  • Total (0)
Compare
0