Cup of Excellence Indonesia Pertama di Asia!

SaveSavedRemoved 0

Coffee is a journey. Kopi bukan hanya penting di hilir, tapi hulu pun perlu diperhatikan. Cup of Excellence (COE) Indonesia menjadi ajang kompetisi bagi para petani kopi menunjukkan kualitas kopi mereka ke dunia.

Dalam rangkaian acara Kopi Craft Indonesia 2021 Michael Utama, Wakil Ketua SCAI sekaligus Ketua COE Indonesia berbicara tentang Cup of Excellence di Circle Atrium, Summarecon Mall Serpong, Jum’at (11/6).

Perlu diketahui, Cup of Excellence (COE) menjadi program penghargaan paling bergengsi yang diberikan untuk biji-biji kopi terbaik dari sebuah negara. Brazil adalah negara pertama yang mengadakan COE.

Kali ini Indonesia jadi negara pertama di Asia yang menggelar COE setelah melewati proses panjang sejak 2018 lalu.

COE Indonesia 2021 ini memberi kesempatan bagi para pelaku industri kopi, terutama bagi para petani kopi Indonesia yang diharapkan jadi pemicu untuk lebih meningkatkan kualitas biji kopinya.

“Saya pribadi menganggap COE adalah kompetisi bagi para petani, karena jika kompetisi diharapkan bisa mendorong para petani ini jadi lebih maju, mau tidak mau para petani ini akan berlomba-lomba membuat hasil panennya jadi yang paling unggul, dengan begitu selanjutnya kualitas biji kopi kita akan jadi lebih baik,” tutur Michael Utama kepada Coffeetimes.id

Saat ini masuk pra-registrasi bagi para peserta kompetisi COE Indonesia 2021 yang sudah dibuka sejak 24 Mei lalu. Pada tahap tersebut, calon peserta tidak perlu mengirimkan sampel kopi, tapi mengirim data diri, seperti data nama pemilik kebun, luas kebun, institusi, alamat domisili, dan perkiraan jumlah kopi yang akan diikutsertakan.

Michael Utama, Wakil Ketua SCAI sekaligus Ketua COE Indonesia

“Hal terpenting adalah standar kopinya harus manis, makin tinggi sweetness-nya makin tinggi juga nilainya. Karena kategori sweetness dan clean itu paling tinggi nilainya, sisanya mengikuti,” ungkap Michael.

Pada tahap pra-seleksi, para peserta wajib mengirimkan sampel kopinya dan nanti akan dipilih yang terbaik. Michael pun menjelaskan pengujian terhadap kopi akan secara fisik (adakah cacat/ defect) selanjutnya diuji cita rasanya dan harus mencapai nilai 86.

Pada tahap pendaftaran untuk biji kopinya, jumlah minimum dari setiap lot yang diikutsertakan adalah minimum 250 kilogram dan maksimum 1.200 kilogram green bean yang dapat diekspor (ditambah sekitar 10 kg untuk keperluan sample dan cupping).

Sampel yang dipersiapkan harus memenuhi standar Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI) yakni tanpa cacat primer dan tidak lebih dari lima cacat sekunder.

Metode pengolahan yang diizinkan untuk mengkuti kompetisi COE, yaitu proses kering (natural), proses madu (honey), proses giling kering (dry hulled), dan proses giling basah (wet hulled). Kopi hanya boleh diolah dengan air murni tanpa bahan aditif.

“Dengan COE harapanya kita bisa menemukan biji-biji kopi terbaik dan membuktikan ke dunia kalo Indonesia itu kopinya huge. Sampai ke Papua pun kita juga ada,” tambah Michael.

Program COE tahun ini dihelat di Bandung, Jawa Barat dengan tahap awal penerimaan kopi peserta pada 2 Agustus 2021. Dilanjutkan dengan lelang COE yang berlangsung pada 23 November, sementara penetapan National Winner pada 22 November – 3 Desember 2021 mendatang.

Cup of Excellence Indonesia Pertama di Asia!
Cup of Excellence Indonesia Pertama di Asia!
We will be happy to hear your thoughts

Leave a reply

Coffeetimes.id
Register New Account
Name (wajib)
Reset Password
Compare items
  • Total (0)
Compare
0